Harga aplikasi gudang ada dua model. Aplikasi gudang jadi (langganan) mulai dari gratis untuk paket paling dasar sampai sekitar Rp160 ribu–Rp1 juta per bulan untuk paket berbayar. Aplikasi gudang custom dibayar sekali, di kisaran Rp3 juta sampai Rp100 jutaan, ditambah maintenance bulanan. Di bawah ini rincian per level, tabel harga langganan yang kami cek dari situs resmi, hitungan 3 tahun langganan vs custom, dan contoh hitungan untuk toko retail.
Angka yang beredar di internet memang loncat-loncat. Penyebabnya, “aplikasi gudang” itu istilah luas. Sistem pencatat stok toko kelontong jelas beda dengan sistem distributor yang punya puluhan ribu SKU. Kalau kamu belum yakin jenis dan fitur apa yang dibutuhkan, baca dulu panduan aplikasi gudang kami, lalu kembali ke sini untuk menghitung biayanya.
Harga Aplikasi Gudang Custom per Level
Untuk aplikasi custom, harga ditentukan tiga hal: berapa banyak fitur, seberapa besar skala operasional, dan seberapa dalam penyesuaiannya dengan alur kerjamu. Supaya mudah menempatkan kebutuhan, kami bagi ke tiga level.
| Level | Kisaran biaya | Cocok untuk | Fitur yang biasanya masuk |
|---|---|---|---|
| Dasar | Rp3–10 juta | UMKM atau toko yang baru merapikan stok | Data barang (nama, SKU, harga), stok masuk dan keluar, laporan stok sederhana, 1–2 user |
| Menengah | Rp10–50 juta | Bisnis berkembang atau punya lebih dari satu gudang | Multi-gudang, hak akses bertingkat, scan barcode/QR, notifikasi stok menipis, dashboard real-time, approval barang keluar, integrasi kasir |
| Kompleks (WMS) | Rp50–100 juta lebih | Distributor, perusahaan besar, alur operasional yang sangat spesifik | Transfer antar gudang, picking-packing-pengiriman, integrasi ERP/akuntansi/marketplace, analitik (perputaran stok, analisis ABC), aplikasi mobile operator |
Di level dasar, aplikasinya biasanya berupa web atau mobile sederhana. Pas kalau transaksi masih sedikit dan prosesnya belum ribet. Di level menengah, data jadi jauh lebih akurat karena ada kontrol dan approval di tiap proses. Level WMS investasinya paling besar, dan baru masuk akal kalau volume barang dan jumlah gudangnya memang sebesar itu.
Harga Aplikasi Gudang Jadi (Langganan) 2026
Kalau yang kamu cari aplikasi siap pakai, ini harga paket beberapa aplikasi yang punya fitur stok dan gudang. Semua angka diambil dari halaman harga resmi masing-masing.
| Aplikasi | Paket | Harga | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kledo | Pro / Elite / Champion | Rp159.900 / Rp279.900 / Rp399.900 per bulan | Harga jika dibayar tahunan. Bayar bulanan: Rp246.000 / Rp430.615 / Rp615.231 |
| Mekari Jurnal | Paket awal / paket atas | Rp399.000 / Rp899.000 per bulan | Saat dicek sedang ada diskon: Rp359.100 dan Rp629.300 |
| majoo | Paket termurah sampai tertinggi | Rp249.000–Rp999.000 per outlet per bulan | Aplikasi kasir dengan fitur stok, bukan WMS khusus gudang |
Harga dicek 11 Oktober 2026 dari kledo.com/harga, jurnal.id/id/harga, dan majoo.id/harga. Harga bisa berubah, selalu cek ulang di situs resminya.
Perhatikan cara hitungnya. Ada yang per perusahaan, ada yang per outlet, dan ada yang membatasi jumlah produk atau transaksi per bulan. Bisnis dengan banyak cabang bisa membayar jauh lebih mahal dari angka di kolom harga.
Apa yang Membuat Harga Aplikasi Gudang Custom Naik atau Turun
- Jumlah fitur. Tiap fitur tambahan berarti waktu pengembangan tambahan. Sebagai gambaran, scan barcode bisa menambah sekitar Rp2–5 juta.
- Integrasi. Setiap sambungan ke kasir, toko online, akuntansi, atau ERP butuh pengembangan dan pengujian sendiri, biasanya Rp3–10 juta per integrasi tergantung sistem tujuannya.
- Tingkat penyesuaian. Template siap pakai lebih murah tapi kaku. Sistem yang mengikuti alur kerjamu lebih mahal, tapi lebih nyaman dipakai jangka panjang.
- Skala. Sistem untuk 1 gudang dan 5 user beda arsitektur dengan 10 gudang dan 100 user.
- Di luar coding. Ada analisis kebutuhan, desain, pengujian, pelatihan, sampai maintenance bulanan sekitar Rp500 ribu–Rp2 juta untuk hosting, backup, dan dukungan.
Excel, Langganan, atau Custom: Perbandingan Biaya
| Pilihan | Biaya | Cocok untuk | Kelemahan |
|---|---|---|---|
| Excel / manual | Gratis | Stok sedikit, satu orang yang pegang | Rawan salah input, tidak real-time, susah kalau tim bertambah |
| Aplikasi jadi (langganan) | Gratis sampai sekitar Rp1 juta/bulan, bisa lebih untuk banyak outlet | Butuh cepat pakai, alur standar | Fitur terbatas pada yang disediakan vendor, data di server mereka |
| Aplikasi custom | Rp3–100 juta lebih (sekali) + maintenance | Alur kerja khas, butuh integrasi dan kontrol penuh | Butuh waktu pembuatan, modal awal lebih besar |
Hitung 3 Tahun: Langganan vs Custom
Membandingkan harga bulanan dengan harga sekali bayar sering menyesatkan. Lebih adil kalau dihitung untuk jangka waktu yang sama. Contoh untuk bisnis dengan 2 lokasi, dihitung 36 bulan:
| Pilihan | Hitungan | Total 3 tahun |
|---|---|---|
| Kledo Elite (bayar tahunan) | Rp279.900 × 36 bulan | ± Rp10 juta |
| Jurnal paket awal (harga normal) | Rp399.000 × 36 bulan | ± Rp14,4 juta |
| majoo, 2 outlet (paket Rp499.000) | Rp499.000 × 2 × 36 bulan | ± Rp36 juta |
| Custom (contoh hitungan retail di bawah) | Rp30 juta + maintenance Rp500 ribu–1 juta × 36 | ± Rp48–66 juta |
Kalau alur gudangmu standar, angkanya jelas: langganan lebih murah, dan kami tidak akan menyarankan custom. Custom baru masuk akal ketika aplikasi jadi memaksa tim bekerja dengan cara yang tidak sesuai bisnis, sehingga muncul biaya tersembunyi: input ganda, stok yang meleset, atau karyawan tambahan untuk menambal kekurangannya.
Kapan Biaya Custom Lebih Masuk Akal
Aplikasi jadi dirancang untuk alur jual-beli biasa: barang masuk dari pemasok, keluar karena terjual. Masalah muncul kalau alurmu tidak seperti itu:
- Barang keluar bukan karena terjual, tapi dipinjam atau dipakai lalu kembali, seperti peralatan sewa atau aset proyek.
- Stok terikat ke jadwal atau order tertentu, bukan sekadar jumlah di rak.
- Pergerakan barang harus nyambung ke tagihan dan pembayaran klien dalam satu alur.
- Ada approval internal yang tidak tersedia di aplikasi mana pun.
Kalau dua atau lebih cocok dengan bisnismu, di situ jasa pembuatan sistem aplikasi custom mulai lebih hemat daripada terus menambal aplikasi jadi.
Contohnya Mitra Infinite, bisnis event dan wedding organizer yang sistemnya kami bangun. Sebelumnya order tercecer di chat dan dicatat manual. Asetnya keluar per acara lalu kembali ke gudang, dan setiap order berjalan dari booking sampai selesai beserta tagihannya. Alur seperti ini tidak muat di aplikasi stok yang mengira semua barang keluar berarti terjual. Kami satukan alur order, modul stok dan aset, pelacakan pembayaran, dan dashboard pemantauan dalam satu sistem, dengan web admin dan dukungan aplikasi mobile.
Contoh Hitungan: Gudang Toko Retail Menengah
Misalkan kamu punya toko retail dengan 2 gudang (pusat dan cabang), 15 karyawan, dan sekitar 200 transaksi per hari. Kebutuhannya: stok real-time di 2 lokasi, scan barcode, hak akses bertingkat, notifikasi stok habis, integrasi ke kasir yang sudah ada, plus laporan harian dan bulanan. Perkiraan biayanya:
| Komponen | Perkiraan |
|---|---|
| Aplikasi web + mobile | Rp15 juta |
| Fitur scan barcode | Rp3 juta |
| Integrasi kasir | Rp5 juta |
| Database dan infrastruktur | Rp2 juta |
| Pengujian | Rp3 juta |
| Pelatihan dan dokumentasi | Rp2 juta |
| Total | ± Rp30 juta, sekali bayar |
Setelah aplikasi berjalan, ada maintenance bulanan sekitar Rp500 ribu–Rp1 juta untuk hosting, backup, dan dukungan. Ini contoh ilustrasi, bukan penawaran. Angka final selalu tergantung alur yang sebenarnya.
Checklist Sebelum Deal dengan Vendor
Aplikasi gudang murah memang menggoda, tapi aplikasi yang asal jadi membuat stok tetap meleset dan kamu balik lagi input manual. Tanyakan ini ke vendor mana pun:
- Berapa lama pengerjaannya? (Umumnya 2–4 bulan untuk aplikasi menengah.)
- Apa saja yang termasuk harga: pengembangan saja, atau sampai pengujian dan pelatihan?
- Kalau kebutuhan berubah di tengah jalan, bagaimana hitungannya?
- Berapa lama dukungan gratis setelah aplikasi dipakai?
- Siapa yang memegang source code? Pastikan kamu punya akses penuh.
- Apakah data bisa diekspor, atau terkunci di sistem vendor?
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga aplikasi gudang paling murah?
Untuk aplikasi jadi, ada paket gratis dengan batasan, dan paket berbayar mulai sekitar Rp160 ribu per bulan. Untuk custom, versi dasar (stok masuk-keluar dan laporan sederhana) mulai sekitar Rp3 juta. Yang termurah belum tentu paling hemat kalau ternyata kurang fitur.
Berapa lama waktu pembuatan aplikasi gudang custom?
Aplikasi sederhana sekitar 3–6 minggu. Sistem menengah dengan beberapa integrasi biasanya 2–4 bulan. WMS skala besar bisa lebih lama tergantung kerumitan alur.
Apakah ada biaya bulanan untuk aplikasi custom?
Ada, tapi jauh lebih kecil dari biaya pembuatannya: hosting, backup, dan dukungan, sekitar Rp500 ribu–Rp2 juta per bulan tergantung skala. Tidak ada biaya langganan per user atau per outlet.
Lebih hemat aplikasi custom atau langganan?
Untuk alur standar, langganan lebih hemat, bahkan dihitung 3 tahun. Custom lebih hemat kalau prosesnya khas dan butuh integrasi, karena kamu berhenti membayar biaya tersembunyi dari input ganda dan stok meleset.
Apakah integrasi ke kasir atau marketplace menambah biaya?
Ya. Tiap integrasi butuh pengembangan dan pengujian sendiri, tapi menghilangkan pekerjaan input ganda. Contoh kebutuhan yang lebih spesifik ada di aplikasi kasir dan stok toko bangunan, yang butuh satuan campur dan bon pelanggan di luar fitur kasir umum.
Mau Estimasi untuk Gudangmu?
Kalau kamu masih menimbang, ceritakan alur gudangmu ke tim Arrazy di Sokaraja, Purwokerto. Kami bantu mengkaji kebutuhan dan memberi estimasi yang lebih akurat, tanpa komitmen di awal. Lihat jasa pembuatan sistem aplikasi custom dan jasa pembuatan aplikasi mobile untuk operator gudang, atau langsung hubungi kami.

Leave a Reply