Cara install Ubuntu 24.04 yang paling aman untuk pemula adalah lewat VirtualBox. Kamu download ISO Ubuntu 24.04 LTS dari ubuntu.com, buat virtual machine dengan RAM minimal 4 GB dan disk 25 GB, lalu ikuti installer sampai login desktop. Seluruh prosesnya sekitar 30 sampai 60 menit, dan kalau ada yang rusak, tinggal hapus VM lalu ulang dari nol tanpa menyentuh Windows atau data kamu.
Artikel ini bagian pertama dari seri Belajar Linux dari Nol, seri tutorial 26 bagian yang membawa kamu dari belum pernah pegang terminal sampai bisa mengelola server sendiri. Di bagian ini kita siapkan fondasinya dulu: kenalan singkat dengan Linux, memilih jalur setup yang cocok, lalu praktik install sampai selesai.
Apa Itu Linux dan Kenapa Seri Ini Pakai Ubuntu 24.04 LTS
Linux adalah sistem operasi open source, sama seperti Windows atau macOS tapi gratis dan kodenya terbuka. Kamu mungkin belum sadar, tapi Linux sudah ada di mana-mana: Android jalan di atas kernel Linux, dan mayoritas server di internet memakai Linux. Kalau kamu mau kerja sebagai backend developer, DevOps, atau sysadmin, Linux bukan pilihan, tapi keharusan.
Linux dirilis dalam bentuk distro (distribusi), yaitu paket kernel Linux plus kumpulan software siap pakai. Ada banyak distro: Ubuntu, Debian, Fedora, Arch, dan lainnya. Seri ini memakai Ubuntu 24.04 LTS dengan tiga alasan praktis:
- LTS berarti Long Term Support. Ubuntu 24.04 (nama kodenya Noble Numbat) didukung update keamanan sampai tahun 2029. Kamu tidak perlu upgrade besar tiap enam bulan.
- Paling banyak dipakai di server. Skill yang kamu pelajari di laptop langsung terpakai saat pegang server sungguhan. Tim Arrazy sendiri menjalankan hampir semua deployment klien, dari backend Go sampai aplikasi Laravel, di server Ubuntu.
- Komunitasnya besar. Hampir semua error yang kamu temui sudah pernah ditanyakan orang lain. Solusinya gampang dicari.
Tiga Jalur Setup: VirtualBox, WSL2, atau Dual Boot
Ada tiga cara umum menjalankan Ubuntu di laptop yang sudah terpasang Windows. Masing-masing punya kelebihan dan risikonya sendiri.
| Jalur | Cocok untuk | Risiko |
|---|---|---|
| VirtualBox | Pemula yang mau eksperimen bebas, dapat desktop Ubuntu penuh | Hampir nol, VM terisolasi dari Windows |
| WSL2 | Yang cuma butuh terminal Linux di dalam Windows | Rendah, tapi tanpa pengalaman desktop Linux |
| Dual boot | Yang sudah yakin mau pakai Linux harian dengan performa penuh | Salah partisi bisa menghapus data Windows |
Rekomendasi saya untuk seri ini: pakai VirtualBox. Kamu dapat pengalaman Ubuntu lengkap termasuk proses install, desktop, dan manajemen sistem, tanpa risiko apa pun ke laptop utama. Salah ketik perintah paling parah cuma merusak VM, tinggal buat lagi.
Kalau Mau Jalur WSL2 di Windows
WSL2 (Windows Subsystem for Linux) menjalankan Ubuntu langsung di dalam Windows 10/11 tanpa VM manual. Cukup satu perintah di PowerShell yang dijalankan sebagai Administrator:
wsl --install -d Ubuntu-24.04
Setelah restart, buka aplikasi Ubuntu dari Start Menu, buat username dan password, selesai. WSL2 sah-sah saja dipakai mengikuti seri ini karena 90 persen materi kita berbasis terminal. Yang tidak kamu dapat: pengalaman install OS dan desktop Linux.
Kalau Mau Dual Boot
Dual boot memasang Ubuntu berdampingan dengan Windows di disk yang sama. Performanya paling kencang karena tidak ada lapisan virtualisasi. Tapi jalur ini melibatkan pemotongan partisi disk, dan salah langkah bisa membuat Windows tidak bisa boot atau data hilang. Kalau kamu baru pertama kali, tunda dulu. Selesaikan seri ini di VirtualBox, nanti kalau sudah nyaman baru pindah ke dual boot dengan backup data lengkap.
Praktik: Cara Install Ubuntu 24.04 di VirtualBox
Yang kamu butuhkan: laptop dengan RAM minimal 8 GB (4 GB untuk VM, sisanya untuk Windows), ruang disk kosong 30 GB, dan koneksi internet untuk download sekitar 6 GB.
Langkah 1: Download ISO Ubuntu 24.04
Buka https://ubuntu.com/download/desktop lalu klik tombol download untuk Ubuntu 24.04 LTS. File yang kamu dapat bernama seperti ubuntu-24.04.2-desktop-amd64.iso dengan ukuran sekitar 5,8 GB. Angka di belakang 24.04 adalah point release, isinya tetap Ubuntu 24.04 plus update terbaru, jadi ambil saja versi yang ditawarkan.
Langkah 2: Install VirtualBox dan Buat VM
Download VirtualBox versi 7.1 dari https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads, pilih “Windows hosts”, lalu install dengan pengaturan default. Setelah terbuka, buat VM baru:
- Klik New. Isi nama
ubuntu-belajar, pilih ISO yang tadi didownload di kolom ISO Image. VirtualBox otomatis mendeteksi tipe Linux dan versi Ubuntu 24.04. - Centang Skip Unattended Installation. Ini penting supaya kamu mengalami proses install manual, bukan diotomatiskan VirtualBox.
- Di bagian Hardware: set Base Memory 4096 MB dan Processors 2. Kalau laptop kamu punya RAM 16 GB, boleh naikkan ke 8192 MB supaya lebih lega.
- Di bagian Hard Disk: buat disk baru ukuran 25 GB. Ini ukuran maksimal, file di Windows hanya membesar sesuai pemakaian nyata.
- Klik Finish, lalu klik Start untuk menyalakan VM.
Langkah 3: Jalankan Installer Ubuntu Sampai Selesai
VM akan boot dari ISO dan masuk ke installer Ubuntu. Ikuti urutan ini:
- Pilih bahasa English. Bukan karena bahasa Indonesia jelek, tapi supaya pesan error kamu gampang dicari di Google, hampir semua dokumentasi memakai istilah Inggris.
- Pilih Install Ubuntu, lalu keyboard layout English (US) yang cocok dengan keyboard laptop Indonesia pada umumnya.
- Sambungkan ke internet kalau ditawarkan, lalu pilih Interactive installation dan Default selection untuk aplikasi bawaan.
- Di bagian tipe instalasi, pilih Erase disk and install Ubuntu. Tenang, “disk” di sini adalah disk virtual 25 GB milik VM, bukan disk Windows kamu.
- Isi nama, nama komputer, username, dan password. Catat password ini baik-baik, kamu akan memakainya terus untuk perintah
sudo. - Pilih zona waktu Jakarta, klik Install, lalu tunggu 10 sampai 20 menit.
- Setelah muncul “Installation Complete”, klik Restart Now. Kalau layar meminta “remove the installation medium”, cukup tekan Enter.
Kalau semua lancar, VM akan boot ulang dan menampilkan layar login Ubuntu. Masukkan password, dan kamu resmi punya desktop Linux pertama.
Update Pertama Kali Setelah Install Ubuntu
Hal pertama yang wajib dilakukan setelah install adalah update sistem. ISO yang kamu pakai dibuat beberapa bulan lalu, jadi ada tumpukan update keamanan yang menunggu. Buka terminal dengan shortcut Ctrl+Alt+T, lalu jalankan:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
Kamu akan diminta password. Saat mengetik password di terminal, tidak ada tanda apa pun yang muncul di layar, itu normal, ketik saja lalu Enter. Output awalnya kira-kira seperti ini:
Hit:1 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu noble InRelease
Get:2 http://security.ubuntu.com/ubuntu noble-security InRelease [126 kB]
Get:3 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu noble-updates InRelease [126 kB]
...
Reading package lists... Done
Building dependency tree... Done
XX packages can be upgraded. Run 'apt list --upgradable' to see them.
Perintah apt update menyegarkan daftar paket, apt upgrade memasang versi terbarunya. Detail lengkap soal APT kita bahas di bagian 11 seri ini, untuk sekarang cukup paham bahwa dua perintah ini adalah ritual rutin pengguna Ubuntu. Di pekerjaan kami sehari-hari mengelola server klien yang menjalankan sistem aplikasi mereka, update rutin seperti ini adalah lapisan keamanan paling dasar yang tidak boleh dilewatkan.
Terakhir, matikan VM dengan benar: klik menu power di pojok kanan atas desktop lalu pilih Power Off, atau dari terminal:
sudo poweroff
Troubleshooting: Error Umum Saat Install Ubuntu 24.04
VT-x/AMD-V Tidak Aktif di BIOS
Gejalanya VM menolak start dengan pesan seperti VT-x is not available (VERR_VMX_NO_VMX) atau AMD-V is disabled in the BIOS. Penyebabnya fitur virtualisasi di prosesor belum dinyalakan. Solusinya: restart laptop, masuk BIOS/UEFI (biasanya tekan F2, F10, atau Del saat logo vendor muncul), cari opsi bernama Intel Virtualization Technology, VT-x, atau SVM Mode untuk AMD, ubah ke Enabled, simpan, lalu boot ulang. Di Windows 11, cek juga Task Manager tab Performance, baris “Virtualization” harus tertulis Enabled.
Installer Lambat atau Crash karena RAM VM Kurang
Kalau RAM VM diset di bawah 4 GB, installer Ubuntu 24.04 desktop sering macet, sangat lambat, atau muncul pesan “the installer encountered an unrecoverable error”. Solusinya: matikan VM, buka Settings, System, Motherboard, naikkan Base Memory ke minimal 4096 MB. Kalau laptop kamu total RAM-nya hanya 8 GB, tutup aplikasi berat seperti browser dengan banyak tab sebelum menjalankan VM.
Stuck di Layar Hitam Setelah Install
VM boot tapi hanya menampilkan layar hitam atau kursor kedip. Ada dua penyebab paling umum. Pertama, VM masih boot dari ISO installer: buka Settings, Storage, klik ikon CD, lalu pilih Remove Disk from Virtual Drive. Kedua, masalah grafis: buka Settings, Display, naikkan Video Memory ke 128 MB, pastikan Graphics Controller diset VMSVGA, dan matikan centang Enable 3D Acceleration kalau sebelumnya aktif. Salah satu dari dua langkah ini menyelesaikan hampir semua kasus layar hitam yang kami temui.
Lanjut ke Bagian Berikutnya
Sampai sini kamu sudah punya Ubuntu 24.04 yang hidup, ter-update, dan aman untuk dieksperimeni. Itu modal utama untuk seluruh seri ini. Sering-seringlah masuk ke VM ini, karena satu-satunya cara jago Linux adalah memakainya tiap hari.
Bagian berikutnya, “Belajar Linux dari Nol #2: Cara Menggunakan Terminal Linux”, akan mulai masuk ke jantung Linux yang sebenarnya: terminal, shell, dan cara membaca struktur perintah. Artikelnya terbit menyusul dan bisa kamu pantau di halaman hub Belajar Linux.

Leave a Reply